Wattimena Geram Lihat Branda Media Sosial Saling Serang Calon”Sekot Ambon
- Administrator
- Senin, 20 April 2026 08:58
- 29 Lihat
- PEMERINTAHAN
Ambon,CM- Walikota Ambon Bodewin Wattimena geram (marah) bahkan tebarkan ancaman akan menghentikan proses seleksi pencalonan sekretaris kota (Sekot) Ambon. Hal ini ditegaskan saat dirinya memimpin langsung apel pagi, Senin (20/04/26) di balai kota Ambon.
“Para calon Sekretaris Kota (Sekot) Ambon, diserang di media sosial. Fitnah disebar. Tujuannya untuk menjatuhkan. Siapa dalang”Cetus Walikota.
Bahkan dirinya menegaskan sekretaris kota adalah jabatan karier tertinggi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), bukan jabatan politik yang memerlukan tim sukses atau kontestasi.
“Ini adalah jabatan karier ASN, puncak karier di Pemerintah Kota Ambon. Bukan untuk dukung-mendukung, bukan untuk membentuk tim sukses, bukan pejabat publik, dan bukan kontestasi politik,” tandasnya.
Dirinya sangat-sangat menyayangkan munculnya saling serang di media sosial, dimana menurutnya, masing-masing calon mendapatkan serangan fitnah. Ia menekankan tujuan dari seleksi ini adalah mencari pemimpin masa depan yang berintegritas, bukan ajang untuk kembali ke masa lalu.
Tak luput dalam ketegasan Walikota bahkan seluruh ASN untuk menjaga netralitas. ASN dilarang terlibat dalam dukung-mendukung kandidat mana pun.
“Saya sudah tegaskan di apel pagi, tidak ada dukung-mendukung. Siapapun yang terpilih nanti, itulah pimpinan saudara-saudara semua. Jika ada ASN yang ketahuan terlibat, mohon maaf akan ada sanksi,” tandasnya.
Disamping itu Wattimena sudah siap langka extrim dalam pengambilan Keputusan dengan akan menghentikan proses seleksi sekretaris kota ambon dengan menunjukan pejabat pelaksanan tugas (Plt) sekretaris kota.
“Kalau terus terjadi seperti ini, kita hentikan saja. Tidak ada lagi seleksi definitif, kita pakai Plt saja. Kita buat sistem seperti pada Bank Indonesia (BI), dua bulan ganti, dua bulan ganti. Semua pimpinan OPD bisa merasakan jadi Sekda,” tegasnya.
Olehnya dia berharap, kepada keempat calon yang sedang berkompetisi, Wali Kota meminta agar tetap menjaga profesionalisme.
Ia kembali menegaskan jabatan Sekkot ditentukan melalui mekanisme seleksi berdasarkan kualifikasi dan syarat yang terpenuhi, bukan melalui voting atau dukungan massa.
“Mari Katong baku jaga. Saya ingatkan empat calon, jangan sampai saya tahu ada yang membuat tim sukses, yang ketahuan, langsung didiskualifikasi,” tandas Wali Kota.(CM/HC)